Chat with us, powered by LiveChat

Google Tutup Aplikasi Fasilitasi Pengiriman Ganja

Google dikabarkan telah menambahkan aturan baru untuk para pengembang. Perusahaan raksasa internet ini melarang aplikasi yang memfasilitasi penjualan ganja maupun produk terkait di dalam app store-nya.

Dilaporkan Reuters dan CNet, Jumat (31/5), hal ini merupakan bagian dari perubahan kebijakan perusahaan.

Juru bicara Google berharap seluruh pengembang yang berkaitan dengan konten tersebut mematuhi peraturan ini.

“Kami tidak mengizinkan aplikasi yang memfasilitasi penjualan ganja atau produk ganja,” kata juru bicara tersebut.

Dilanjutkannya, untuk mematuhi kebijakannya itu, aplikasi yang memfasilitasi terkait dengan ganja perlu memindahkan opsi keranjang belanja di luar aplikasi. Pengembang aplikasi pun memiliki waktu 30 hari untuk menaati peraturan baru ini.

“Kami telah melakukan kontak dengan banyak pengembang dan bekerja dengan mereka untuk menjawab pertanyaan teknis dan membantu mereka menerapkan perubahan tanpa gangguan pelanggan,” katanya.

Juru bicara itu menambahkan bahwa Google memperbarui kebijakannya secara teratur untuk memastikan pengalaman yang aman dan positif bagi pengembang dan pengguna, serta untuk mematuhi lingkungan hukum yang berbeda secara global.

Sebelum Google, Apple telah melarang para pengembang untuk memfasilitasi penjualan ganja, tembakau, atau zat-zat yang dikendalikan atau mendorong konsumsi produk tembakau, obat-obatan terlarang, atau alkohol dalam jumlah berlebihan melalui aplikasi.